Tanpa upaya pengurangan dan pemanfaatan
sampah, volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) terus
meningkat....
Lahan untuk TPA sampah makin sulit diperoleh !!!
Untuk
itu kita harus dapat memikirkan bagaimana cara pengelolaan sampah yang menjadi
kendala saat ini dengan cara
Peningkatan
peran aktif masyarakat dan dunia usaha/swasta sebagai mitra pengelolaan :
1.
Meningkatkan pemahaman tentang
pengelolaan sampah sejak dini melalui pendidikan bagi anak usia sekolah
2.
Menyebarluaskan pemahaman
tentang pengelolaan persampahan kepada masyarakat umum
3.
Meningkatkan pembinaan
masyarakat khususnya kaum perempuan dalam pengelolaan sampah
4.
Mendorong pengelolaan sampah
berbasis masyarakat
5.
Mengembangkan sistem insentif
dan iklim yang kondusif bagi dunia usaha/swasta
Prinsip Pengelolaan sampah
dapat di lakukan secara sinergi dan bersinambungan diantaranya melalui proses :
•
Proses pelibatan masyarakat
•
Proses pemberdayaan masyarakat
•
Proses pembinaan dan pendampingan Pemda untuk
keberlanjutan
Dengan Pengurangan sampah dari sumbernya maka dapat :
1)
Mengurangi jumlah timbulan sampah rumah tangga
2)
Mengurangi biaya transportasi sampah
3)
Menghemat umur TPA
4)
Mengurangi dampak lingkungan
5)
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
Sebenarnya kita dapat berbuat lebih baik dalam menghadapi sampah.
Memilah sampah sejak dari rumah tangga dan mengolahnya menjadi lebih
bermanfaat. Pilihan untuk memilah sampah ternyata bisa dilakukan dengan mudah
dan sederhana. Anehnya, masih sedikit dari kita yang bersedia melakukannya
Memilah
sampah bisa
dilakukan dengan memisahkan antara sampah organik dengan sampah nonorganik.
Antara sampah yang mudah membusuk dengan sampah yang sulit membusuk. Sampah
organik dan yang mudah membusuk diantaranya adalah sampah dapur seperti
sayuran, buah, atau sisa makanan, serta sampah kebun seperti dedaunan, rumput,
ranting, dan lain-lain. Sedangkan sampah nonorganik atau yang sulit membusuk
seperti plastik, kaca, kertas, kardus, dan logam.
Mengelola
Sampah Organik
Sampah rumah
tangga yang berupa sampah organik misalnya sisa makanan, sisa sayur-sayuran
saat selesai memasak, kulit buah, dan lain sebagainya. Jenis sampah ini
termasuk yang bisa diurai. Cara penguraiannya bisa dengan cara penumpukan
sampah di salah satu lokasi, pembakaran, dan pengomposan.Penumpukan sampah di
salah satu lokasi berarti menumpuk sampah dan membiarkan sampah terurai secara
alami. Biasanya, metode sederhana ini bisa dilakukan jika Anda memiliki area
atau halaman rumah yang luas. Namun, penumpukan sampah di salah satu lokasi
bisa berpotensi mencemari dan mendatangkan wabah penyakit.Selain itu, bisa juga
dengan cara pembakaran sampah. Cara ini memang terbilang paling cepat dan
praktis dalam mengelola sampah. Namun, pembakaran sampah tentu bisa jadi
berdampak buruk juga bagi lingkungan, khususnya berkaitan dengan polusi udara.Pengomposan
disebut sebagai cara pengelolaan sampah rumah tangga yang terbaik dibanding
cara-cara yang lain. Sayangnya, banyak orang masih enggan untuk melakukan hal
ini karena memang terbilang sedikit menyita waktu. Namun, dengan pengomposan
Anda justru akan membantu mencegah pencemaran lingkuangan. Selain itu, hasil
pengomposan yang berupa pupuk kompos bisa bermanfaat bagi manusia dan
tumbuh-tumbuhan.
Mengelola
Sampah Anorganik
Berbeda
dengan sampah organik, sampah anorganik biasanya berasal dari benda-benda yang
tidak bisa diurai, seperti plastik, kertas pembungkus makanan, kaleng, botol,
dan masih banyak lagi. Pengelolaan sampah anorganik jelas perlu mendapat
perhatian khusus karena tergolong berbahaya. Berikut beberapa cara pengelolaan sampah
anorganik, yaitu:
Mengurangi
Penggunaan
Demi
kelangsungan kehidupan manusia, Anda sebaiknya mulai mengurangi penggunaan
barang-barang yang menghasilkan sampah rumah tangga yang anorganik. Misalnya
kurangilah penggunaan plastik atau wadah makanan sekali pakai. Akan lebih baik
jika Anda menggunakan wadah-wadah yang bisa digunakan seterusnya.
Penggunaan
Kembali
Seperti
disinggung di atas, Anda wajib menggunakan barang-barang yang bisa digunakan
kembali dan menghindari barang-barang sekali pakai. Misalnya, Anda lebih baik
menggunakan sampo dengan kemasan isi ulang jika sudah memiliki botol sampo di
rumah.
Melakukan
Daur Ulang
Kini, mulai
bermunculan industri-industri kecil yang memanfaatkan sampah anorganik untuk
bisa dolah menjadi barang-barang tertentu, khususnya barang-barang kerajinan.
Hal ini tentulah harus didukung. Pasalnya, pengolahan limbah sampah menjadi
barang-barang kerajinan akan membantu proses pengelolaan sampah agar tidak
mencemari lingkungan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar