Kulit Anda Ingin Bersih

Sabtu, 25 Juni 2016

Memperbarui Tujuan Pembelajaran

Memperbarui Tujuan Pembelajaran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Agus Riyanto

Setelah beberapa episode artikel yang lalu kita membahas masalah “cinta” dengan aneka problematikanya, sekarang mari kita membicarakan masalah yang labih penting untuk masa depan kita, yakni pendidikan atau lebih tepatnya kegiatan pembelajaran. Dengan melakukan pembelajaranlah kita yang dulunya bodoh dan tidak tahu apa-apa, sekarang telah menjadi manusia dewasa yang memiliki wawasan, pengetahuan atau filosofi dalam menempuh kesempatan indah karunia Sang Pencipta berupa “kehidupan” ini.

Kebanyakan pelajar atau mahasiswa pergi ke sekolah atau ke kampus hanya untuk mendapatkan ijasah, kemudian setelah lulus mencari pekerjaan. Tujuan mereka belajar—selama kurang lebih 12 tahun (bagi lulusan SLTA), 17 tahun (bagi sarjana S1), dan seterusnya–hanya satu, yakni untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan. Itulah yang umum terjadi. Kebanyakan mereka mengejar pekerjaan yang aman dan terjamin. Setelah mendapatkan pekerjaan…, ya sudah! Baginya tidak ada lagi yang perlu dipelajari lebih jauh selain mendapatkan kenaikan gaji, pangkat, dan jabatan yang lebih tinggi.

Me
... baca selengkapnya di Memperbarui Tujuan Pembelajaran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 17 Juni 2016

Menderita Sakit (Bisa) Disebabkan dari Berpikir Negatif

Menderita Sakit (Bisa) Disebabkan dari Berpikir Negatif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Dwiatmo Kartiko

Pada suatu hari di bulan November 2007, saya mendapat SMS dari teman saya yang isinya bahwa Pak W (singkatan nama) saat ini masuk rumah sakit untuk menjalani operasi lambung. Saya heran, pikir saya, lha wong Pak W itu jualan bermacam-macam produk makanan/minuman kesehatan, dari beberapa perusahaan MLM besar, yang katanya amat sangat manjur sekali, kok malah dirinya sendiri masuk rumah sakit, berita ini pasti nggak benar, nggak masuk akal. Kemudian saya coba cek ke keluarganya dan hasilnya: “Ya Benar, pak W masuk rumah sakit, operasi lambung.”

Saya masih tetap heran, setiap kali bertemu pak W, dia selalu cerita bahwa jualannya laris karena dagangannya mempunyai khasiat yang amat sangat manjur luar biasa. Dia pernah cerita bahwa pak A dulunya sakit kanker, tetapi bisa sembuh karena minum ini, sambil menunjukan 1 box minuman kesehatan merk I. Pada kesempatan yang lain, dia cerita pak B sembuh dari stroke karena minum X. Waktu yang lain lagi, ibu C sudah bisa
... baca selengkapnya di Menderita Sakit (Bisa) Disebabkan dari Berpikir Negatif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 11 Juni 2016

PRINSIP DASAR PENGELOLAAN SAMPAH




Tanpa upaya pengurangan dan pemanfaatan sampah, volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) terus meningkat....

Lahan untuk TPA sampah makin sulit diperoleh !!!

Untuk itu kita harus dapat memikirkan bagaimana cara pengelolaan sampah yang menjadi kendala saat ini dengan cara
Peningkatan peran aktif masyarakat dan dunia usaha/swasta sebagai mitra pengelolaan :

1.        Meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan sampah sejak dini melalui pendidikan bagi anak usia sekolah
2.        Menyebarluaskan pemahaman tentang pengelolaan persampahan kepada masyarakat umum
3.        Meningkatkan pembinaan masyarakat khususnya kaum perempuan dalam pengelolaan sampah
4.        Mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat
5.        Mengembangkan sistem insentif dan iklim yang kondusif bagi dunia usaha/swasta

Prinsip Pengelolaan sampah dapat di lakukan  secara sinergi dan bersinambungan diantaranya melalui proses :
  Proses pelibatan masyarakat
  Proses pemberdayaan masyarakat
  Proses pembinaan dan pendampingan Pemda untuk keberlanjutan

Dengan Pengurangan sampah dari sumbernya maka dapat :
1)       Mengurangi jumlah timbulan sampah rumah tangga
2)       Mengurangi biaya transportasi sampah
3)       Menghemat umur TPA
4)       Mengurangi dampak lingkungan
5)       Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

Sebenarnya kita dapat berbuat lebih baik dalam menghadapi sampah. Memilah sampah sejak dari rumah tangga dan mengolahnya menjadi lebih bermanfaat. Pilihan untuk memilah sampah ternyata bisa dilakukan dengan mudah dan sederhana. Anehnya, masih sedikit dari kita yang bersedia melakukannya
Memilah sampah bisa dilakukan dengan memisahkan antara sampah organik dengan sampah nonorganik. Antara sampah yang mudah membusuk dengan sampah yang sulit membusuk. Sampah organik dan yang mudah membusuk diantaranya adalah sampah dapur seperti  sayuran, buah, atau sisa makanan, serta sampah kebun seperti dedaunan, rumput, ranting, dan lain-lain. Sedangkan sampah nonorganik atau yang sulit membusuk seperti plastik, kaca, kertas, kardus, dan logam.
Mengelola Sampah Organik
Sampah rumah tangga yang berupa sampah organik misalnya sisa makanan, sisa sayur-sayuran saat selesai memasak, kulit buah, dan lain sebagainya. Jenis sampah ini termasuk yang bisa diurai. Cara penguraiannya bisa dengan cara penumpukan sampah di salah satu lokasi, pembakaran, dan pengomposan.Penumpukan sampah di salah satu lokasi berarti menumpuk sampah dan membiarkan sampah terurai secara alami. Biasanya, metode sederhana ini bisa dilakukan jika Anda memiliki area atau halaman rumah yang luas. Namun, penumpukan sampah di salah satu lokasi bisa berpotensi mencemari dan mendatangkan wabah penyakit.Selain itu, bisa juga dengan cara pembakaran sampah. Cara ini memang terbilang paling cepat dan praktis dalam mengelola sampah. Namun, pembakaran sampah tentu bisa jadi berdampak buruk juga bagi lingkungan, khususnya berkaitan dengan polusi udara.Pengomposan disebut sebagai cara pengelolaan sampah rumah tangga yang terbaik dibanding cara-cara yang lain. Sayangnya, banyak orang masih enggan untuk melakukan hal ini karena memang terbilang sedikit menyita waktu. Namun, dengan pengomposan Anda justru akan membantu mencegah pencemaran lingkuangan. Selain itu, hasil pengomposan yang berupa pupuk kompos bisa bermanfaat bagi manusia dan tumbuh-tumbuhan.
Mengelola Sampah Anorganik
Berbeda dengan sampah organik, sampah anorganik biasanya berasal dari benda-benda yang tidak bisa diurai, seperti plastik, kertas pembungkus makanan, kaleng, botol, dan masih banyak lagi. Pengelolaan sampah anorganik jelas perlu mendapat perhatian khusus karena tergolong berbahaya. Berikut beberapa cara pengelolaan sampah anorganik, yaitu:
Mengurangi Penggunaan
Demi kelangsungan kehidupan manusia, Anda sebaiknya mulai mengurangi penggunaan barang-barang yang menghasilkan sampah rumah tangga yang anorganik. Misalnya kurangilah penggunaan plastik atau wadah makanan sekali pakai. Akan lebih baik jika Anda menggunakan wadah-wadah yang bisa digunakan seterusnya.
Penggunaan Kembali
Seperti disinggung di atas, Anda wajib menggunakan barang-barang yang bisa digunakan kembali dan menghindari barang-barang sekali pakai. Misalnya, Anda lebih baik menggunakan sampo dengan kemasan isi ulang jika sudah memiliki botol sampo di rumah.
Melakukan Daur Ulang
Kini, mulai bermunculan industri-industri kecil yang memanfaatkan sampah anorganik untuk bisa dolah menjadi barang-barang tertentu, khususnya barang-barang kerajinan. Hal ini tentulah harus didukung. Pasalnya, pengolahan limbah sampah menjadi barang-barang kerajinan akan membantu proses pengelolaan sampah agar tidak mencemari lingkungan.

Hp Terbaru Murah

Category 2

Laptop Murah

Notebook / Laptop Hybrid Intel Core I7